selamat datang teman-teman semua

selamat datang teman-teman semua

Selasa, 11 September 2012

Vertikultur, Solusi Bertanam di Lahan Sempit


Vertikultur, Solusi Bertanam di Lahan Sempit

Vertikultur adalah cara menanam tanaman dengan sistem tegak atau vertikal. Cara menanamnya bisa menggunakan rak bertingkat/bersusun, sistem menggantung ataupun dengan menggunakan pot tegak.


Keuntungan
Teknik budidaya dengan vertikultur menjadikan kita bisa bercocok tanam di lahan sempit tetapi dalam jumlah yang banyak. Maka bagi masyarakat yang hobi berkebun tetapi tidak punya ataupun hanya punya sedikit lahan, vertikultur bisa menjadi jalan keluar. Jadi, tentunya ini cocok untuk yang tinggal di kota-kota besar dan kekurangan lahan untuk berkebun atau sekadar ruang hijau.
Dengan vertikultur kita tidak perlu atau akan jarang menyiangi rumput dan gulma pengganggu. Selain itu penggunaan pupuk juga akan lebih fokus ke tanaman yang kita tanam.
Keuntungan lainnya adalah selain hobi bisa tersalur, halaman akan lebih lebih hijau dan asri. Dan apabila kita menanam sayuran, hasil lebih bersih dan segar serta terhindar dari pencemaran yang tentunya lebih sehat jika dibandingkan dengan cara bertanam konvensional. Bahkan dari hasil bertanam ini kita bisa menghemat pengeluaran biaya belanja dapur.

Bahan Wadah
Untuk bahannya bisa bermacam – macam sesuai dengan ketersediaan bahan di sekitar kita dan bagaimana kreativitas kita. Untuk vertikultur dengan menggunakan rak bersusun, misalnya kita bisa menggunakan pot biasa ataupun plastik polybag. Pot bisa dari semen, gerabah, pot plastik. Bisa juga kita menggunakan pipa paralon yang dibelah atau dilubangi sisi – sisinya. Atau kalau mau lebih praktis kita bisa menggunakan talang air plastik. Caranya cukup mudah, setelah wadah kita isi media, beri lubang atau tempat tumbuh tanaman, maka bisa kita tanami langsung kita susun dalam rak sesuai dengan keinginan kita.
Untuk vertikultur dengan menggunakan system gantung kita bisa menggunakan pot, kaleng plastik bekas cat, botol bekas kemasan air minum atau bahan lain sesuai ketersediaan bahan di sekitar kita. Untuk system ini disarankan bahan yang ringan karena mempertimbangkan beban yang akan ditahan oleh tali gantungan. Untuk yang ini saya belum ada contoh gambarnya.
Untuk vertikultur menggunakan pot tegak kita bisa menggunakan bambu, pipa paralon ataupun kaleng plastik bekas cat yang disusun ke atas, memang kita agak repot di awal karena kita mesti melubangi sisi- sisi bahan terlebih dahulu. Kita atur jarak lubang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita. Kita bisa melubangi bahan dengan bor atau gergaji. Setelah bahan siap, berdirikan bahan di tempat yang kita inginkan, kemudian isi dengan media tanam. Khusus bahan dari kaleng bekas cat, kita harus menyusun ke atas sampai ketinggian yang kita inginkan. Untuk memperkuat tegaknya kaleng kita harus siapkan kayu di kanan kiri kaleng kemudian kita ikat kuat. Selanjutnya bibit tanaman kita tanam di lubang yang ada di sekeliling bahan.

Media tanam
Untuk media tanam, disarankan yang kaya unsur hara karena dalam sistem ini wadah tanam relatif  terbatas sedangkan jumlah tanaman banyak, sedangkan tanaman memerlukan nutrisi secara berkesinambungan. Untuk media tanam biasanya menggunakan campuran berupa tanah, pupuk kandang dan sekam dengan perbandingan 5 : 3 : 2. Tiap orang mungkin menggunakan media atau takaran yang berbeda, yang penting media tanam subur dan poreus.

Jenis tanaman
Teknik pertanian vertikultur  seperti ini biasanya untuk membudidayakan tanaman semusim atau berumur pendek, seperti sayuran. Aneka sayuran yang dapat ditanam antara lain seledri, selada, kangkung, bayam, kemangi, sawi, caisim atau kailan. Pohon cabai, tomat, atau terong, juga mudah sekali tumbuh dengan cara ini. Jenis tanaman obat-obatan atau tanaman hias pun layak untuk dicoba, yang penting tanaman jenis kecil dengan perakaran pendek. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar