Vertikultur,
Solusi Bertanam di Lahan Sempit
Vertikultur adalah cara
menanam tanaman dengan sistem tegak atau vertikal. Cara menanamnya bisa
menggunakan rak bertingkat/bersusun, sistem menggantung ataupun dengan
menggunakan pot tegak.
Keuntungan
Teknik budidaya dengan
vertikultur menjadikan kita bisa bercocok tanam di lahan sempit tetapi dalam
jumlah yang banyak. Maka bagi masyarakat yang hobi berkebun tetapi tidak punya
ataupun hanya punya sedikit lahan, vertikultur bisa menjadi jalan keluar. Jadi,
tentunya ini cocok untuk yang tinggal di kota-kota besar dan kekurangan lahan
untuk berkebun atau sekadar ruang hijau.
Dengan vertikultur kita
tidak perlu atau akan jarang menyiangi rumput dan gulma pengganggu. Selain itu
penggunaan pupuk juga akan lebih fokus ke tanaman yang kita tanam.
Keuntungan lainnya
adalah selain hobi bisa tersalur, halaman akan lebih lebih hijau dan asri. Dan
apabila kita menanam sayuran, hasil lebih bersih dan segar serta terhindar dari
pencemaran yang tentunya lebih sehat jika dibandingkan dengan cara bertanam
konvensional. Bahkan dari hasil bertanam ini kita bisa menghemat pengeluaran
biaya belanja dapur.
Bahan Wadah
Untuk bahannya bisa
bermacam – macam sesuai dengan ketersediaan bahan di sekitar kita dan bagaimana
kreativitas kita. Untuk vertikultur dengan menggunakan rak bersusun, misalnya
kita bisa menggunakan pot biasa ataupun plastik polybag. Pot bisa dari semen,
gerabah, pot plastik. Bisa juga kita menggunakan pipa paralon yang dibelah atau
dilubangi sisi – sisinya. Atau kalau mau lebih praktis kita bisa menggunakan
talang air plastik. Caranya cukup mudah, setelah wadah kita isi media, beri
lubang atau tempat tumbuh tanaman, maka bisa kita tanami langsung kita susun
dalam rak sesuai dengan keinginan kita.
Untuk vertikultur
dengan menggunakan system gantung kita bisa menggunakan pot, kaleng plastik
bekas cat, botol bekas kemasan air minum atau bahan lain sesuai ketersediaan
bahan di sekitar kita. Untuk system ini disarankan bahan yang ringan karena
mempertimbangkan beban yang akan ditahan oleh tali gantungan. Untuk yang ini
saya belum ada contoh gambarnya.
Untuk vertikultur
menggunakan pot tegak kita bisa menggunakan bambu, pipa paralon ataupun kaleng plastik
bekas cat yang disusun ke atas, memang kita agak repot di awal karena kita
mesti melubangi sisi- sisi bahan terlebih dahulu. Kita atur jarak lubang sesuai
dengan keinginan dan kebutuhan kita. Kita bisa melubangi bahan dengan bor atau
gergaji. Setelah bahan siap, berdirikan bahan di tempat yang kita inginkan,
kemudian isi dengan media tanam. Khusus bahan dari kaleng bekas cat, kita harus
menyusun ke atas sampai ketinggian yang kita inginkan. Untuk memperkuat
tegaknya kaleng kita harus siapkan kayu di kanan kiri kaleng kemudian kita ikat
kuat. Selanjutnya bibit tanaman kita tanam di lubang yang ada di sekeliling
bahan.
Media
tanam
Untuk media tanam,
disarankan yang kaya unsur hara karena dalam sistem ini wadah tanam relatif terbatas sedangkan jumlah tanaman banyak,
sedangkan tanaman memerlukan nutrisi secara berkesinambungan. Untuk media tanam
biasanya menggunakan campuran berupa tanah, pupuk kandang dan sekam dengan
perbandingan 5 : 3 : 2. Tiap orang mungkin menggunakan media atau takaran yang
berbeda, yang penting media tanam subur dan poreus.
Jenis
tanaman
Teknik pertanian
vertikultur seperti ini biasanya untuk
membudidayakan tanaman semusim atau berumur pendek, seperti sayuran. Aneka
sayuran yang dapat ditanam antara lain seledri, selada, kangkung, bayam,
kemangi, sawi, caisim atau kailan. Pohon cabai, tomat, atau terong, juga mudah
sekali tumbuh dengan cara ini. Jenis tanaman obat-obatan atau tanaman hias pun
layak untuk dicoba, yang penting tanaman jenis kecil dengan perakaran
pendek.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar